Penomoran Faktur Pajak - Ilustrasi Form Pajak

Mengenal Kode dan Penomoran Faktur Pajak

Kode dan penomoran pajak adalah sesuatu yang sering kita jumpai. Tetapi, apakah Anda semua tahu apa arti di balik nomor-nomor tersebut? Ternyata, nomor tersebut tidak sekadar nomor saja. Dan di dalam artikel ini akan dijelaskan secara lengkap mengenai format kode dan penomoran faktur pajak.

Format & Kode Penomoran Faktur Pajak

Format dan kode penomoran faktur pajak terdiri dari 16 digit angka. Urutan angka tersebut memiliki arti tersendiri, berikut ini adalah penjelasannya:

  • 2 digit pertama menunjukkan kode transaksi.
  • 1 angka berikutnya menunjukkan kode status.
  • 3 digit setelahnya adalah kode cabang.
  • 2 angka berikutnya adalah kode tahun.
  • 8 digit setelahnya adalah nomor seri faktur pajak.

Kode Transaksi

Kode transaksi adalah dua digit pertama nomor faktur pajak, kode transaksi dimulai dari angka 01 hingga 09.

01: Kode 01 digunakan untuk penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) dan/atau Jasa Kena Pajak (JKP) yang PPN-nya terutang dan dipungut oleh PKP penjual yang melakukan penyerahan BKP dan/atau JKP.

02: Kode ini dipakai untuk penyerahan BKP dan/atau JKP kepada Pemungut PPN bendahara pemerintah yang PPN-nya dipungut oleh pemungut PPN bendahara pemerintah.

03: Kode 03 digunakan untuk penyerahan BKP dan/atau JKP kepada Pemungut PPN lainnya (selain bendahara pemerintah) yang PPN-nya dipungut oleh pemungut PPN lainnya (selain bendahara pemerintah).

04: Digunakan untuk penyerahan BKP dan/atau JKP yang menggunakan DPP nilai lain yang PPN-nya dipungut oleh PKP penjual yang melakukan penyerahan BKP dan/atau JKP.

05: Untuk penyerahan yang pajak masukannya di-deemed kepada selain pemungut PPN.

06: Kode ini digunakan untuk penyerahan lain yang PPN-nya dipungut oleh PKP penjual yang melakukan penyerahan BKP dan/atau JKP, dan penyerahan kepada orang pribadi pemegang paspor luar negeri (turis asing) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16E UU PPN.

07: Kode ini digunakan untuk penyerahan BKP dan/atau JKP yang mendapat fasilitas PPN Tidak Dipungut atau Ditanggung Pemerintah (DTP).

08: Kode 08 digunakan untuk penyerahan BKP dan/atau JKP yang mendapat fasilitas dibebaskan dari pengenaan PPN.

09: Kode 09 digunakan untuk penyerahan aktiva pasal 16 D yang PPN-nya dipungut oleh PKP penjual yang melakukan penyerahan BKP.

Kode Status

Kode status adalah 1 angka di belakang kode transaksi, hanya angka 0 dan 1 yang mewakili kode status. Berikut penjelasannya:

0: angka 0 dipakai untuk status faktur pajak normal.

1: angka 1 dipakai untuk status faktur pajak pergantian.

Kode Cabang

Kode cabang terdiri dari tiga digit dan dibuat mengikuti aturan berikut ini:

1. Dapat diurutkan menurut cara yang Anda anggap paling mudah, namun untuk penambahan Kode Cabang baru setelah berlakunya Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini Pengusaha Kena Pajak dapat mengurutkan Kode Cabang berdasarkan tanggal pengukuhan masing-masing Kantor Cabang.

2. Kode Cabang pada Kode Faktur Pajak Standar ditentukan sendiri secara berurutan, yaitu diisi dengan kode ‘000’ untuk Kantor Pusat dan dimulai dari kode ‘001’ untuk Kantor Cabang.

3. Kode Cabang dapat ditambah dan/atau dihentikan penggunaannya karena adanya penambahan dan/atau pengurangan Cabang sesuai dengan perkembangan usaha.

4. Peruntukan Kode Cabang tidak boleh berubah dan Kode Cabang yang sudah dihentikan penggunaannya tidak boleh digunakan kembali.

Kode Tahun

Kode Tahun yang digunakan pada Nomor Seri Faktur Pajak Standar ditulis dengan mencantumkan dua digit terakhir dari tahun diterbitkannya Faktur Pajak Standar, contohnya jika tahun terbitnya 2007 maka ditulis 07.

Nomor Seri Faktur Pajak

Penerbitan Nomor seri Faktur Pajak Standar dimulai dari Nomor Urut 1 pada setiap awal tahun takwim, yaitu mulai Masa Pajak Januari dan secara berurutan, kecuali bagi Pengusaha Kena Pajak yang baru dikukuhkan, Nomor Urut 1 dimulai sejak Masa Pajak Pengusaha Kena Pajak dikukuhkan. Bagi Pengusaha Kena Pajak sebagaimana dimaksud pada butir 3.a.1, maka Nomor Urut 1 (satu) dimulai pada setiap awal tahun takwim Masa Pajak Januari pada masing-masing Kantor Pusat dan Kantor-kantor Cabangnya, kecuali bagi Kantor Cabang yang baru dikukuhkan, Nomor Urut 1 dimulai sejak Masa Pajak.

Demikianlah pengertian dan penjelasan dari kode dan penomoran faktur pajak. Semoga artikel ini bisa membantu dan menambah pengetahuan Anda. Selain artikel informatif seputar keuangan dan akuntansi, situs ini juga berisi tutorial software akuntansi Easy Accounting System. Jadi, simak terus berita dan artikel terbaru dari situs ini.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *